Ilmu Komputer (S1) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Prodi Ilmu Komputer FMIPA UHO Gelar Rapat Rekonstruksi Kurikulum, Bahas Batas SKS dan Integrasi AI serta Koding

Kendari, 3 Juli 2025 — Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar rapat dan diskusi rekonstruksi kurikulum di Ruang Seminar FMIPA, Kamis (3/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyesuaian terhadap Permenristekdikti Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, khususnya dalam hal pembatasan beban SKS mahasiswa pada semester awal.

Rapat ini dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi Ilmu Komputer, Dr. Andi Tendiawaru, S.Si., M.Si, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan regulasi nasional dan kebutuhan dunia kerja. Sesuai ketentuan dalam Permenristekdikti, mahasiswa semester 1 dan 2 akan dibatasi maksimal 20 SKS guna memastikan efektivitas proses pembelajaran dasar.

Selain membahas struktur SKS, diskusi juga menyoroti evaluasi implementasi kurikulum yang telah berjalan serta penyesuaian terhadap kebijakan pemerintah mengenai penguatan kompetensi koding dan kecerdasan artifisial (AI). Langkah ini dipandang strategis dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan dan industri teknologi.

Tak hanya fokus pada substansi akademik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan perkenalan dua dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) baru di lingkungan Prodi Ilmu Komputer. Sesi perkenalan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kolaborasi dan kekeluargaan yang kuat di antara sivitas akademika.

Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komputer FMIPA UHO menunjukkan komitmennya dalam membangun kurikulum yang adaptif, berbasis regulasi, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Aktivitas & Informasi Lainnya >

We are using cookies to give you the best experience. You can find out more about which cookies we are using or switch them off in privacy settings.
AcceptPrivacy Settings

GDPR