FMIPAUHO-Kolaka, Sebanyak 40 mahasiswa bersama lima dosen Program Studi Teknik Pertambangan melaksanakan kegiatan Ekskursi Tambang di PT Carsurin Tbk Cabang Kolaka, Jumat (26/6). Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung mengenai sistem operasional laboratorium pengujian mineral sebagai implementasi pembelajaran berbasis praktik. Rombongan diterima oleh Head of Branch Ali Nugraha, Head of Laboratory Denis Kamada, dan Head of Field Operation Muhammad Abdullah Azzam yang memperkenalkan profil perusahaan, ruang lingkup layanan, serta penerapan sistem manajemen mutu laboratorium. (26/06/2016)


Selama kunjungan, mahasiswa mengamati secara langsung proses preparasi sampel, mulai dari preparasi basah dan kering hingga tahapan pengurangan volume material untuk menjaga representativitas sampel. Mahasiswa juga mempelajari proses analisis laboratorium melalui penghalusan sampel hingga ukuran 200 mesh, pembuatan press pellet dan fusion bead, pengujian menggunakan instrumen X-Ray Fluorescence (XRF), serta pengelolaan data hasil analisis melalui Laboratory Information Management System (LIMS). Selain memperoleh pemahaman mengenai pentingnya quality control, quality assurance, SOP, dan keselamatan kerja (K3), kegiatan ini juga memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik industri serta memberikan gambaran mengenai standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja laboratorium dan pertambangan.
Melalui observasi langsung di laboratorium industri, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa kualitas hasil analisis tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan instrumen, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh ketelitian pada tahap preparasi sampel, representativitas material, homogenitas sampel, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional standar. Pengalaman tersebut memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pentingnya budaya mutu dan integritas data dalam setiap proses pengujian laboratorium.

Kegiatan ekskursi ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal penerapan teknologi laboratorium modern, seperti instrumen XRF dan sistem LIMS yang mendukung efisiensi, ketertelusuran data, serta akurasi pelaporan hasil pengujian. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin mengedepankan kompetensi teknis, penguasaan teknologi, dan profesionalisme.
Selain memberikan pengalaman lapangan, kegiatan ini turut mendukung implementasi pembelajaran berbasis praktik dan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui penguatan keterkaitan antara materi perkuliahan dengan praktik di dunia industri. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar kontekstual yang mendorong kemampuan berpikir analitis, komunikasi profesional, serta pemahaman terhadap standar operasional industri, sehingga menjadi bekal penting dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di sektor pertambangan.







