{"id":46493,"date":"2026-03-01T19:00:43","date_gmt":"2026-03-01T11:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/uho-ikut-ekspedisi-internasional-oceanx-brin-teliti-gunung-bawah-laut-sulawesi\/"},"modified":"2026-03-05T13:25:28","modified_gmt":"2026-03-05T05:25:28","slug":"uho-ikut-ekspedisi-internasional-oceanx-brin-teliti-gunung-bawah-laut-sulawesi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/uho-ikut-ekspedisi-internasional-oceanx-brin-teliti-gunung-bawah-laut-sulawesi\/","title":{"rendered":"UHO Ikut Ekspedisi Internasional OceanX\u2013BRIN Teliti Gunung Bawah Laut Sulawesi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Universitas Halu Oleo berpartisipasi dalam ekspedisi ilmiah internasional bertajuk kolaborasi antara OceanX dan Badan Riset dan Inovasi Nasional yang berfokus meneliti gunung bawah laut di wilayah utara Sulawesi, kawasan terpencil dekat perbatasan Indonesia yang masih minim penelitian ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misi bertajuk OceanX\u2013BRIN Collaborative Deep Sea Research 2025 Mission tersebut dilaksanakan dalam dua tahap pelayaran, yakni leg pertama pada 2\u201321 Desember 2025 dan leg kedua pada Januari 2026. Ekspedisi ini melibatkan ilmuwan multidisiplin serta teknologi eksplorasi laut dalam mutakhir untuk mengungkap karakteristik ekosistem dan geologi dasar laut yang belum banyak diketahui.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/teknikpertambangan\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2025\/11\/fmipa-ocean-x-1024x453.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-10799\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Screenshot<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fokus penelitian mencakup enam tema strategis yang selaras dengan agenda riset nasional, yaitu keanekaragaman hayati laut dalam, dinamika oseanografi dan konektivitas ekosistem, genomik kelautan dan pemetaan biodiversitas, geologi bawah laut dan potensi geohazard, megafauna serta rantai makanan, dan dinamika jasa ekosistem serta karbon laut dalam. Pendekatan lintas disiplin tersebut diharapkan menghasilkan data komprehensif guna memperkuat basis pengetahuan kelautan nasional sekaligus mendukung kebijakan pengelolaan laut berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu perwakilan akademisi Indonesia yang terlibat adalah Dr. Harisma, dosen Teknik Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UHO. Ia berpartisipasi aktif dalam leg pertama ekspedisi dengan membawa misi penelitian geodiversitas dan studi gunung bawah laut di perairan sekitar Manado, wilayah yang secara administratif berada di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Partisipasi UHO dinilai sebagai kontribusi penting perguruan tinggi daerah dalam riset global, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas di bidang ilmu kelautan dan kebumian. Keterlibatan akademisi Indonesia dalam ekspedisi ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas penelitian nasional, transfer teknologi, serta penguatan jejaring ilmiah lintas negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil penelitian dari ekspedisi OceanX\u2013BRIN ini nantinya akan dianalisis lebih lanjut oleh tim peneliti gabungan dan diharapkan menjadi rujukan ilmiah bagi pengembangan sains kelautan, mitigasi risiko geologi laut, serta konservasi ekosistem laut dalam Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Universitas Halu Oleo berpartisipasi dalam ekspedisi ilmiah internasional bertajuk kolaborasi antara OceanX dan Badan Riset dan Inovasi Nasional yang berfokus meneliti gunung bawah laut di wilayah utara Sulawesi, kawasan terpencil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46552,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[178],"tags":[156,157,267,702,268],"class_list":["post-46493","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-akademik","tag-fakultas","tag-halu-oleo","tag-internasional","tag-universitas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46493","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46493"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46493\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46554,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46493\/revisions\/46554"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46493"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46493"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/labfisika\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46493"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}