{"id":46557,"date":"2026-03-10T10:30:01","date_gmt":"2026-03-10T02:30:01","guid":{"rendered":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/nonton-bareng-the-day-after-tomorrow-perkuliahan-geologi-sejarah-fmipa-bahas-ancaman-perubahan-iklim-global\/"},"modified":"2026-03-13T10:38:18","modified_gmt":"2026-03-13T02:38:18","slug":"nonton-bareng-the-day-after-tomorrow-perkuliahan-geologi-sejarah-fmipa-bahas-ancaman-perubahan-iklim-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/nonton-bareng-the-day-after-tomorrow-perkuliahan-geologi-sejarah-fmipa-bahas-ancaman-perubahan-iklim-global\/","title":{"rendered":"Nonton Bareng The Day After Tomorrow, Perkuliahan Geologi Sejarah FMIPA Bahas Ancaman Perubahan Iklim Global"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>FMIPAUHO-Kendari<\/strong>, Jurusan Teknik Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menggelar perkuliahan Geologi Sejarah dengan konsep berbeda melalui kegiatan nonton bareng trailer film <em>The Day After Tomorrow<\/em>, Senin (9\/3\/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari metode pembelajaran untuk memahami dinamika perubahan iklim dalam perspektif geologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Film <em>The Day After Tomorrow<\/em> menggambarkan bencana iklim global yang dipicu oleh perubahan drastis pada sistem iklim bumi. Dalam alur ceritanya, pemanasan global menyebabkan mencairnya es di kutub dalam jumlah besar yang kemudian mengganggu arus laut utama dunia yang dikenal sebagai <em>Thermohaline Circulation<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Gangguan terhadap sistem tersebut memicu perubahan iklim ekstrem secara tiba-tiba, seperti badai super, hujan es berukuran besar, hingga penurunan suhu yang sangat drastis di berbagai wilayah dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Dampak dari ketidakseimbangan sistem iklim tersebut digambarkan sangat besar bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Badai besar, tornado, serta gelombang pasang menghantam sejumlah wilayah, termasuk kota New York yang dilanda banjir besar sebelum akhirnya membeku akibat suhu yang turun secara ekstrem. Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, terputusnya komunikasi, serta memaksa jutaan orang mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Dosen pengampu mata kuliah Geologi Sejarah, Prof. Dr. Hasria, M.Si., IPM, menjelaskan bahwa film tersebut relevan sebagai media pembelajaran untuk memahami dinamika perubahan iklim dalam kajian <em>Historical Geology<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, dalam sejarah bumi telah terjadi berbagai perubahan iklim besar, salah satunya pada periode <em>Ice Age<\/em> yang menyebabkan terbentuknya lapisan es luas di sejumlah benua.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPerubahan iklim yang drastis dalam sejarah bumi sering kali menyebabkan migrasi spesies, perubahan ekosistem, bahkan kepunahan massal. Film ini mengingatkan bahwa perubahan iklim memang pernah terjadi secara alami, tetapi aktivitas manusia berpotensi mempercepat proses tersebut,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah pemutaran film, perkuliahan dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi dari masing-masing kelompok mahasiswa. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diminta menganalisis keterkaitan antara kajian geologi, perubahan iklim global, serta isu pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga didorong untuk mengaitkan materi perkuliahan dengan <em>Sustainable Development Goals<\/em> (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang aksi terhadap perubahan iklim. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran ilmu geologi dalam membaca dinamika perubahan bumi di masa lampau sekaligus memprediksi serta melakukan mitigasi terhadap perubahan iklim di masa kini dan masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FMIPAUHO-Kendari, Jurusan Teknik Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menggelar perkuliahan Geologi Sejarah dengan konsep berbeda melalui kegiatan nonton bareng trailer film The Day After Tomorrow, Senin (9\/3\/2026). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46559,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[178,698],"tags":[156,157,659,158],"class_list":["post-46557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-s1-teknik-geologi","tag-akademik","tag-fakultas","tag-mahasiswa","tag-program-studi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46557"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46560,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46557\/revisions\/46560"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.uho.ac.id\/geologi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}