Jurusan Fisika (S1) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Tim PKM KKN Tematik Fisika-Kimia 2026 Dorong Inovasi Pengering Produk Kelautan di Desa Waworaha, Soropia

Universitas Halu Oleo melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN Tematik) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Program ini mengusung tema “Sosialisasi Pengering Produk Kelautan Berbasis Solar Collector pada Masyarakat Desa Waworaha.”

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Wa Ode Sukmawati Arsyad, S.Si., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Fisika FMIPA Universitas Halu Oleo. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim dosen lintas bidang serta mahasiswa peserta KKN Tematik sebagai bagian dari penerapan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Desa Waworaha merupakan wilayah pesisir dengan potensi sumber daya kelautan yang besar. Sebagian masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan tangkap dan pengolahan hasil laut, seperti ikan, udang, cumi-cumi, serta produk olahan perikanan lainnya. Namun, proses pengeringan hasil kelautan masih umumnya dilakukan secara tradisional dengan penjemuran langsung di ruang terbuka.

Metode tersebut memiliki sejumlah kendala, terutama ketergantungan pada kondisi cuaca. Pada saat cuaca mendung atau hujan, proses pengeringan dapat berlangsung lebih lama dan berpotensi menghambat aktivitas produksi. Selain itu, penjemuran terbuka juga berisiko menyebabkan produk terpapar debu, kotoran, dan serangga, sehingga dapat memengaruhi kebersihan, mutu, serta nilai jual produk kelautan.

Melalui kegiatan PkM Terintegrasi KKN Tematik ini, tim pengabdian memperkenalkan teknologi pengering produk kelautan berbasis solar collector atau kolektor surya. Teknologi tersebut memanfaatkan energi panas matahari yang dikumpulkan melalui kolektor untuk menghasilkan udara panas dan menyalurkannya ke ruang pengering. Dengan sistem pengeringan yang lebih tertutup, produk kelautan diharapkan dapat dikeringkan secara lebih higienis, efisien, dan terlindungi dari kontaminasi lingkungan.

Materi dan Rangkaian Kegiatan

Kegiatan dirancang dengan pendekatan edukatif dan partisipatif agar masyarakat dapat memahami sekaligus menilai kesesuaian teknologi dengan kebutuhan pengolahan hasil laut di Desa Waworaha. Rangkaian program meliputi:

  • Koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan kelompok sasaran.
  • Identifikasi kondisi serta kebutuhan masyarakat terkait pengolahan produk kelautan.
  • Sosialisasi mengenai pengeringan hasil laut yang higienis dan efisien.
  • Pengenalan prinsip kerja alat pengering berbasis solar collector.
  • Demonstrasi komponen dan cara kerja pengering produk kelautan berbasis energi surya.
  • Diskusi dan tanya jawab mengenai pengalaman masyarakat dalam proses pengeringan ikan dan hasil laut lainnya.
  • Evaluasi pemahaman peserta serta pendampingan awal penerapan teknologi.

Masyarakat sasaran kegiatan ini adalah nelayan, keluarga nelayan, serta kelompok pengolah hasil laut skala rumah tangga. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam program, sehingga teknologi yang diperkenalkan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat dikembangkan sesuai kondisi dan potensi lokal.


Pemanfaatan Energi Surya

Pengering berbasis solar collector bekerja dengan menyerap energi radiasi matahari melalui permukaan kolektor. Energi tersebut digunakan untuk memanaskan udara, yang kemudian dialirkan menuju ruang pengering berisi produk kelautan. Proses ini membantu mengurangi kadar air bahan secara bertahap dengan kondisi pengeringan yang lebih terkendali dibandingkan penjemuran langsung.

Pemanfaatan energi matahari dinilai relevan bagi masyarakat pesisir karena bersifat terbarukan, tersedia secara alami, dan tidak memerlukan bahan bakar tambahan. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengeringan yang ramah lingkungan, sekaligus mendukung perbaikan kualitas produk olahan hasil laut.

Target dan Keberlanjutan Program

Program PkM Terintegrasi KKN Tematik ini ditargetkan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penerapan teknologi pengeringan dalam pengolahan hasil kelautan. Selain itu, kegiatan diarahkan pada tersedianya prototipe alat pengering produk kelautan berbasis solar collector sebagai media pembelajaran dan contoh penerapan teknologi tepat guna di masyarakat.

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mendorong pengembangan pengering ikan skala kelompok, pelatihan pembuatan alat pengering berbasis energi surya, serta pendampingan usaha pengolahan hasil laut bernilai tambah. Dukungan pemerintah desa, partisipasi masyarakat, dan kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam memastikan manfaat program dapat terus dikembangkan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Halu Oleo menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis sains yang menjawab kebutuhan masyarakat. Integrasi PkM dan KKN Tematik juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk bekerja bersama masyarakat, mengidentifikasi persoalan di lapangan, serta berkontribusi dalam penerapan teknologi yang relevan bagi pembangunan wilayah pesisir. (admin_ARN)

Aktivitas & Informasi Lainnya >

We are using cookies to give you the best experience. You can find out more about which cookies we are using or switch them off in privacy settings.
AcceptPrivacy Settings

GDPR