FMIPA UHO – Beras merah, singkong, ampas kelapa, pepaya, hingga kulit pisang menyimpan potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk pangan inovatif. Melalui proses fermentasi, bahan-bahan yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Potensi inilah yang diperkenalkan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Biologi Universitas Halu Oleo (UHO) kepada guru dan siswa SMKN 5 Kendari, Kamis (22/10/2026).
Mengusung tema “Dari Tradisi Menjadi Inovasi: Mengenal Potensi Fermentasi Pangan Bersama Generasi Muda”, kegiatan ini mengajak peserta melihat fermentasi bukan sekadar proses pengolahan pangan tradisional, melainkan juga peluang untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi berbasis sumber daya lokal. Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 5 Kendari, Aryati, S.P., M.Si., dan diikuti oleh guru serta siswa Program Studi Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian di bawah bimbingan Wa Ode Kuliati Bande, S.P., M.P.
Tim pengabdian terdiri atas Dr. Sitti Wirdhana Ahmad, S.Si., Ardiansyah, S.Si., M.Si., dan Prof. Dr. Nur Arfa Yanti, S.Si., M.Si. Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah dosen Jurusan Biologi, yakni Prof. Dr. Muzuni, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Suriana, M.Si., Dr. Nasaruddin, M.Si., Dr. Muhsin, S.Pd., M.Si., serta La Ode Muhamad Iman Sulaiman, S.Si., M.Si., bersama mahasiswa peminatan Mikrobiologi.
Suasana pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Peserta diperkenalkan dengan lima inovasi produk pangan fermentasi, yaitu Fermarice, olahan berbahan dasar beras merah; tepung mocaf, yakni tepung singkong hasil fermentasi; Cocoferm, produk pangan berbahan ampas kelapa; Tempaya, olahan pepaya fermentasi; serta Fermanana, inovasi pangan berbahan buah pisang dan kulit pisang yang difermentasi. Beragam produk tersebut menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan olahan yang lebih beragam.

Setelah memperoleh penjelasan mengenai konsep dan potensi fermentasi, guru dan siswa kemudian mengikuti praktik pembuatan produk di laboratorium SMKN 5 Kendari. Melalui kegiatan ini, peserta berkesempatan mengenal proses pengolahan secara langsung sekaligus memahami penerapan ilmu mikrobiologi dalam pengembangan pangan. Perpaduan antara materi dan praktik menjadikan pembelajaran lebih kontekstual, terutama bagi siswa yang menekuni bidang pengolahan hasil pertanian.
Kegiatan pengabdian ini menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan akademik dan pembelajaran vokasi. Melalui pengenalan inovasi fermentasi, tim Jurusan Biologi UHO berharap wawasan guru dan siswa mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal semakin luas. Lebih dari sekadar mengenal produk baru, kegiatan ini juga mendorong generasi muda untuk melihat potensi di sekitar mereka, mengolahnya secara kreatif, dan mengembangkan gagasan inovatif yang dapat memberi nilai tambah bagi sumber daya pangan lokal.







