Sejarah

Statistika diawali sebagai ilmu untuk mengumpulkan angka (data).  Pada abad 17  statistika deskriptif mulai berkembang, begitu juga ilmu peluang yang awalnya dilahirkan dari meja judi sudah mulai muncul. Ilmu peluang ini melandasi berkembangnya statistika induktif yang terjadi pada pertukaran abad 19 dan 20 dengan Karl Pearson sebagai pelopornya. Statistika induktif berkembang pesat setelah R. A. Fisher memperkenalkan metode Maximum Likelihood pada tahun 1922. Dengan adanya perkembangan teknologi komputer, metode eksplorasi data dan bootstrap mulai berkembang pada tahun 1970.  Metode ini sebagai awal dari analisis data tanpa model peluang yang populer dengan data driven. Seiring dengan perkembangan statistika induktif, statistika mulai diterapkan pada berbagai bidang  seperti ekonomi, industri, pertanian, sosiologi, psikologi, dan lain-lain. Di bidang ekonomi aplikasi statistika pada ekonometrika, sedangkan di bidang  industri aplikasi yang sangat terkenal adalah metode Quality Control dan metode Six-Sigma. Pada abad 21 diperkirakan metode data mining akan banyak digunakan dalam bidang terapan.  Perkembangan ini akan berpengaruh terhadap model pendidikan dan pengajaran statistika dewasa ini.