Sejarah FMIPA UHO

Sejarah UHO

Universitas Haluoleo (Unhol) didirikan pada tahun 1964 sebagai perguruan tinggi swasta filial dari Universitas Hasanuddin Makassar. Setelah tujuh belas tahun berselang, Universitas Haluoleo diresmikan sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Sulawesi Tenggara oleh Dirjen Pendidikan Tinggi; Prof. Dr. Doddy Tisnaamidjaja mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang masa itu dijabat oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada tangggal 19 Agustus 1981 sebagai perguruan tinggi negeri ke 42 di Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun 198.

 

 

 

Sejarah FMIPA UHO

Proses pendirian FMIPA Unhalu tergolong relative cepat bila dibandingkan dengan FMIPA di Universitas lain di Indonesia. Ini semua berkat dukungan, bantuan dan perhatian yang sangat besar dari berbagai pihak terhadap pengembangan ilmu-ilmu dasar di kawasan Indonesia Bagian Timur termasuk di Universitas Haluoleo. Bantuan, dukungan dan perhatian itu diwujudkan melalui kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Kanada melalui CIDA (Canada International Depelopment Agency) dan Simon Fraser University (SFU), dengan pemerintah Australia melalui AIDAB, dengan ADB (Asian Development Bank), dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka di  Indonesia yaitu ITB, IPB, UGM dan Unhas dan lebih khusus perhatian yang bersar dari Dirjen DIKTI Depdiknas.

Sebelum FMIPA didrikan, di Unhalu hanya ada jurusan PMIPA yang bernaung di bawah FKIP dengan 4 Program studi yaitu Program studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika dan Pendidikan Kimia. Seiring dengan berjalannya waktu dan tuntutan kebutuhan pembangunan, maka rekruitmen staf bagi kebutuhan untuk keempat program ini tidak lagi hanya berlatar belakang IKIP dan FKIP tetapi juga menerima Staf Lulusan Ilmu Murni yaitu Bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Selaiin itu para staf yang tadinya berlatar belakang kependidikan/keguruan memilih pendidikan lanjutan mereka dalam bidang ilmu murni (Basic Sains) sehinga makin lama makin banyak staf jurusan PMIPA dalam bidang ini bahkan menjadi lebih banyak dari staf yang berlatar belakang kependidikan. Dari fenomena ini, oleh Prof. Dr. Ir. Soleh Solahuddin, M,Sc selaku rector kedua Universitas Haluoleo di pandang sebagai modal dasar dengan potensi yang besar untuk memikirkan dibukanya Fakultas baru di Unhalu yaitu FMIPA dan ternyata menjadi komitmen Universitas yang didukung Oleh para pimpinan dan senat Unhalu.

Untuk mendukung rencana ini maka melalui kerja sama CIDA KAnada dan SFU, Unhalu ditingkatkan statusnya dari Universitas partisipan menjadi Universitas Target. Selain itu kerjasama dengan AIDAB Australia tetap diteruskan dan Unhalu segera menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia seperti ITB, IPB, UGM dan Unhas serta ditambah lagi dengan kebijaksanaan Dirjen Dikti melalui Program-Program Basic Sainces yang ditaeawkan dalam hal pelatihan dan Studi lanjut. Melalui program ini PMIPA juga banyak memanfaatkannya. Semua kerjasama ini pada umumnya diarahkan untuk peningkatan sumber daya manusia Staf Jurusan PMIPA dan sebagai bukti komitmen Unhalu maka pada tahun 1993 didirikan UPT MIPA Unhalu yang membawahi kelompok-kelompok bidang ilmu basic sciences berdasarkan surat keputusan Rektor Nomor: 101/SK/42.H/C/1993 tanggal 26 Juni 1993 dengan tugas pokok adalah menyelenggarakan kuliah layanan dan konsolitasi staf dalam rangka pendirian FMIPA.

Selama kerjasama CIDA Kanada dan SFU, untuk lebih mempercepat perkembangan UPT MIPA maka CIDA memandang perlu ada wadah pendukung yaitu ELTC, WIST, ESD dan Perpustakaan selama kerjasama CIDA Kanada dan SFU perhatian utama ditujukan kepada peningkatan Kualitas Staf MIPA Unhalu. Berbagai kegiatan khusus, lokakarya, pelatihan, magang dalam bidang basic sainces dan studi lanjut diselenggarakan. Selama kerja sama CIDA, peranan Pak Christopher Dagg, Pak Nello Angerilli, Ibu Patrice M. North beserta Stafnya baik di EIUDP Jakarta maupun di SFU Kanada sangat dirasakan terutama dalam menjembatani kepentingan kedua pemerintah. Di Samping itu, selain bantuan dan dedikasi yang tinggi yang ditunjukkan Oleh Tim Kanada terhadap pengembangan Basic sciences di kawasan Indonesia Bagian Timur, juga berkat bantuan, dorongan dan perhatian yang besar dari Bapak IR. Oetomo Djayanegara selaku konsultan CIDA di Indonesia melalui negosiasi dengan Ditjen Dikti pada berbagai kesempatan. Kerjasama dengan pemerintah Australia melalui AIDB, sekalipun intensitasnya tidak sama dengan kerjasama CIDA namun juga telah membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Beberapa kegiatan peningkatan sumber dayanmanusia seperti kursus singkat, study visit ke Australia dan studi lanjut suadah sangat dirasakan manfaatnya, bahkan beberapa staf berpendidikan S2 pada FMIPA saat ini dihasilkan berkat kerjasama ini adalah pak Dr. Allan Wilson dan stafnya selaku deputy project manager mewakili pemerintah Australia dalam kerja sama ini telah banyak memberikan bantuan.

Kerjasama dengan keempat perguruan tinggi terkemuka di Indonesia (ITB, IPB, UGM dan Unhas) berbentuk bantuan tenaga senior RF, narasumber dalam kegiatan kursus singkat, magang, nasehat langsung dari para dosen senior dari Universitas Sumber dan lain-lain. Peranan Prof. M. Ansyar di ITB, Dr. Dedi Duryadi di IPB, Prof. Harjono di UGM dan Prof. Radi M. Gani di Unhas yang dilanjutkan Oleh Dr. M. Noor Djalaluddin telah member suasana kondusif bagi staf UPT MIPA termasuk telah berhasil meyakinkan pihak lain bahwa di Unhalu telah layak dibuka FMIPA. Selama kerjasama CIDA Kanada dan SFU dengan Unhalu, Drs. H. Alibas Yusuf dan Drs. Alam Syah, M.S. sebagai coordinator dan manajer senior untuk mengkoordir tim kerja yang solid yaitu (kelompok bidang ilmu, WIST, ELTC, ESD dan Perpustakaan).

Pada tahun 1998 berdirilah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Uninersitas Haluoleo bedasarkan surat keputusan Mendikbud R.I Nomor: 233/O/1998 tanggal 21 September 1998. FMIPA pada saat itu terdiri dari empat jurusan, tanpa adanya program studi. Empat jurusan adalah: Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Pada tahun 1999 FMIPA mulai menerima mahasiswa baru melalui Jalur Penelusuran Minat dan Potensi (PPMP), dan selanjutnya melakukan usulan program studi. Pada tanggal 25 Agustus 2000, keluarlah SK Dirjen Dikti tentang berdirinya empat program studi yaitu Program Studi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Pada tahun 2002, Unhalu, Unhas dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan kerjasama dalam peningkatan sumber daya manusia di Instansi Kesehatan, sehingga pada tahun itu Rektor Universitas Haluoleu mendirikan program Studi internal Kesehatan Masyarakat dan berada di bawah jurusan Biologi. Pada tahun 2002 mulai menerima mahasiswa kesehatan masyarakat tugas belajar dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Sejalan dengan waktu, pada tahun 2003 FMIPA mengusulkan Proposal pendirian Program Studi Kesehatan Masyarakat kepada Rektor dan dilanjutkan dengan usulan Rektor ke Dirjen DIKTI, selanjutnya proposal tersebut mengalami perbaikan-perbaikan sesuai saran-saran Dirjen DIKTI, sehingga pada tanggal 9 Agustus 2004 keluar keputusan pendirian Program Studi Kesehatan Masyarakat dengan SK Dirjen Dikti Nomor: 3065/D/T/2004. Pengembangan organisasi FMIPA terus dilakukan, sehingga tahun 2005 FMIPA melakukan pengusulan studi Diploma III Statistika dan pada tanggal 24 Februari 2006 berdiri Program Studi D3 Statistika dengan SK Dirjen Dikti Nomor: 798/D/T/2006. Program Studi terakhir untuk saat ini adalah Program Pendidikan Dokter.

Program Studi PendidikanDokter memiliki Sejarah yang panjang. Ide pendirian Program Studi Pendidikan Dokter adalah berawal dari tahun 2003 oleh pihak Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan pertimbangan kebutuhan tenaga dokter dan dokter Spesialis di Sultra masih sangat tinggi. Dalam mempersiapkan pendirian Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Haluoleo bekerjasama dengan Pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Sulawesi Tenggara, dan juga melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi lain sebagai narasumber dan sebagai mitra, antara lain: Unsrat, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin. Pada tahun 2008 Universitas Hasanuddin menyatakan kesediaan sebagai Universitas pendukung berdirinya Program Studi Pendidikan Dokter Unhalu dengan penandatangan Piagam Kesepahaman (MoU) antara Rektor Universitas Haluoleo dengan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor: 59/H29/PR/2008 dan Nomor 5768/H4/PM.05/2008 tanggal 7 Juli 2008 serta Penandatanganan Kerjasama Operasional (KSO) antara Dekan Fakultas KedokteranUniversitas Hasanuddin (Prof. dr. H. Irawan Yusuf, Ph.D) dengan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam( Drs. Pasrun Adam, MS) dengan Nomor: 60/H29/PR/2008 dan Nomor: 2839/H4.8/PM.05/2008 tanggal 7 Juli 2008, dan telah mendapat dukungan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomo: 014/PW.21/A.3/V/2008 pada tanggal 4 Mei 2008. Pada Bulan November 2008, pihak Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), yang diketuai oleh Bapak Prof. Dr. Biran Affandi, dr., Sp.OG melalui Visitasi di  FMIPA Unhalu dan Hasilnya dinyatakan bahwa Program Studi Pendidikan Dokter layak untuk dibuka. Tindak Lanjut dari hasil Visitasi tersebut adalah terbitnya rekomendasi dari KKI  untuk dibukanya program Studi Pendidikan Dokter FMIPA Unhalu dan selanjutnya dikirim ke Dikti melalui Direktur Pembinaan Sarana Akademik. Dengan berbagai upaya dan Doa dari seluruh sivitas akademika Unhalu dan Masyarakat Sulawesi Tenggara pada Umumnya maka pada tanggal 31 Desember 2008 Dirjen Dikti Depdiknas telah mengeluarkan izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Dokter di Universitas Haluoleo Kendari dengan Nomor: 4687/D/T/2008. Adanya SK tersebut Program Studi Pendidikan Dokter Unhalu mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2009/2010. Sejak tahun 2006 FMIPA telah mengusulkan pendirian Program Studi Farmasi dan dengan perbaikan dan pengusulan berkali-kali, yang pada akhirnya pada tahun akademik 2010/2011 mulai menyelenggarakan Program Studi Farmasi Studi S1-Farmasi. FMIPA juga mengusulkan pembukaan program studi geofisika, geografi, geologi, dan pertambangan dan saat ini telah menjadi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian.

FMIPA saat ini telah memiliki sarana dan prasarana yang jauh lebih memadai disbanding dengan awal FMIPA berdiri. Sarana dan Prasarana ini diperoleh melalui perjuangan yang panjang, dan pada tahun 2005 upaya tersebut terealisasi melalui bantuan Islamic Depelopment Bank (IDB) dan rampung tahun 2008. Bantuan tersebut meliputi bantuan pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan pengembangan program studi ke-MIPAan.

Dalam perkembangannya terakhir FMIPA UHO sampai sekarang telah mempunyai 7 (tujuh) program studi S-1 dan 2 (dua) program S-2 yang terdiri dari

  1. Program Studi S-1 Matematika
  2. Program Studi S-1 Fisika
  3. Program Studi S-1 Kimia
  4. Program Studi S-1 Biologi
  5. Program Studi S-1 Bioteknologi
  6. Program Studi S-1 Statistika
  7. Program Studi S-1 Ilmu Komputer
  8. Program Studi S-2 Fisika
  9. Program Studi S-2 Kimia

Ketika didirikan FMIPA UHO menempati gedung bantuan ADB sebanyak 2 gedung. Kondisi kampus yang relatif sempit ini mengharuskan para pemimpin UHO  untuk membangun gedung baru  sekaligus sebagai perluasan daya tampung`dan mengantisipasi pertambahan program studi. Seiring dengan itu, kepercayaan masyarakat pun semakin besar terhadap FMIPA UHO.  Saat ini FMIPA telah menempati kampus baru yang cukup megah dengan 2 buah gedung utama masing-masing dengan 3 lantai, dan 1 gedung dengan 2 lantai.