HMJ Kimia sukses mengadakan kegiatan Seminar Akademik dengan mendatangkan pemateri dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)

Pada Selasa, 21 November 2017, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Halu Oleo melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kimia sukses mengadakan kegiatan seminar akademik dengan nama kegiatan “Studium General Kimia Terapan dan Pengolahan Limbah” yang bertemakan Kebijakan dan Pengembangan Energi Nasional. Pemateri dari kegiatan ini merupakan peneliti dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yaitu Bapak Dr. Eng. Rifaid M. Nur, M. Sc. Beliau sekarang menjabat sebagai Asisten Deputi Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sebelum menjabat di KEMENPUPERA RI, beliau telah lama  menjadi peneliti di BATAN kurang lebih 10 tahun.

Kegiatan seminar ini diprakarsai oleh mahasiswa Mata Kuliah Kimia Terapan dan Pengolahan Limbah dengan Koordinasi Bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia. Dalam sambutan Ketua HMJ (Owink Agung Prabowo), bahwa seminar akademik ini merupakan salah satu program kerja HMJ Kimia di bawah komando Departemen Penalaran dan Keilmuan yang bertujuan untuk memberikan wawasan tambahan mahasiswa kimia mengenai perkembangan IPTEK salah satunya penggunaan Energi Nuklir. Seperti kita ketahui bersama bahwa penggunaan energi fosil sebagai bahan bakar utama, tentunya akan habis karena sifatnya yang tidak renewable yang berujung pada krisis energi. sehingga energi nuklir merupakan salah satu jawaban bagi krisis energi di Indonesia dan dunia pada masa depan. Selain itu bahan baku yang melimpah dan efisien dan tentunya lebih ramah lingkungan. Hal inilah yang kemudian menjadi acuan untuk melaksanakan seminar akademik tersebut. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Dr. La Ode Ahmad Nur Ramadhan, M.Si. mewakili Ketua Jurusan Kimia. Bapak Rifaid M. Nur mengharapkan Jurusan Kimia UHO dapat  mengambil bagian dalam rangka pembangunan nasional melalui kegiatan-kegiatan kemahasiswaan lainnya seperti PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) misalnya guna meningkatkan prestasi mahasiswa kimia.

Dalam kegiatan ini, Bapak Rifaid M. Nur menggambarkan bahwa Indonesia perlu melakukan aksi nyata guna tercapainya pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) karena selama ini peran BATAN dalam pengembangan PLTN hanya sebatas wacana dalam bentuk sosialisasi. Sehingga peran pemuda dalam hal ini Mahasiwa Kimia diharapkan dapat mendukung dan memberikan kontribusi yang lebih guna mewujudkan pemerataan energi nasional. Penggunaan energi Nuklir telah banyak dilakukan oleh negara-negara maju guna memenuhi kebutuhan listriknya, sehingga Indonesia patut mencontoh negara-negara tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *