Kebun Raya

Kebun Raya UHO, Pertama di Indonesia

UHO merupakan universitas pertama yang mengelola kebun raya. Prestasi ini kemudian dianugerahi piagam dari Museum Rekor Indonesia sebagai universitas pertama yang memiliki kebun raya dan terluas di Indonesia Timur. Kamu yang senang dengan lingkungan alam yang hijau permai bakal cocok kuliah di sini.

Kebun raya yang dibangun di atas lahan seluas  22,88 hektar memiliki Tema Konservasi Tumbuhan Endemik  Sulawesi  ini ditujukan untuk penelitian mahasiswa baik mahasiswa UHO sendiri maupun mahasiswa yang berasal  dari universitas lain. Selain bertujuan sebagai wahana penelitian, kebun raya ini juga diperuntukkan bagi masyarakat umum sebagai tempat rekreasi alam.

Sekjen Kemristekdikti, Prof. Ainun Naim, Ph.D., menyampaikan apresiasi pada pihak UHO yang mengkolaborasikan fungsi sebagai institusi akademik untuk pengembangan ilmu sekaligus menjadi universitas pertama yang mengembangkan kebun raya dan bakal menjadi percontohan.

Secara luas, Kebun Raya UHO diarahkan sebagai yang terkemuka di dunia khususnya pada bidang konservasi, pendidikan, dan penelitian tumbuhan endemik Sulawesi.

(https://video.quipper.com), (https://zonasultra.com), (http://penauho.com)


Kebun Raya Universitas Halu Oleo Terus Percantik Diri Dengan Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan Kebun Raya Universitas Halu Oleo (KR UHO) merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian pimpinan Universitas Halu Oleo (UHO) dalam upaya konservasi tumbuhan. Langkah ini diambil untuk mendukung Kampus UHO sebagai Green Campus yang telah dicanangkan sejak tahun 1995. Pengelolaan ruang terbuka hijau di kampus UHO dilaksanakan oleh UPT Kebun Ilmu Hayati.

Kebun Raya Universitas Halu Oleo menjadi kebun raya pertama di Indonesia yang dikelola oleh Universitas, sehingga tercatat dalam  rekor MURI. Penghargaan tersebut diraih pada saat acara pra launching KR UHO tanggal 23 Maret 2016 lalu.

Kebun Raya UHO yang luasnya 22,88 hektar memiliki Tema Konservasi Tumbuhan Endemik Sulawesi yang terbagi dalam  3 blok, yaitu: blok besar seluas 18,46 hektar, blok kecil (Arboretum) seluas 1 hektar serta blok rawa seluas sekitar 3,42 hektar.

Pada tahun 2017, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI mendukung pembangunan Kebun Raya UHO yang sedang melaksanakan pembangunan taman tematik Rumah Anggrek Sulawesi seluas 309 m2, Pembibitan seluas 200 m2, Rumah Kompos seluas 49 m2 dan jalan lintasan sepanjang 300 meter beserta tiga buah jembatan dengan warna cerah  yang diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung ke Kebun Raya.

Sementara itu, pembangunan Rumah Anggrek, Pembibitan dan Rumah kompos diharapkan dapat selesai pada tahun 2017 sehingga dapat dinikmati dan dimanfaatkan sebagai sarana konservasi, pendidikan, penelitian, dan wisata oleh civitas akademika UHO dan masyarakat sekitar.

(http://kebunrayadaerah.krbogor.lipi.go.id)